FLY OVER RAWA BUAYA: Mulai Beroperasi Hari Ini, 28 Juli

Bisnis Indonesia/Mia Chitra Dinisari/Sabtu, 28 Juli 2012 | 12:35 WIB

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum mulai mengoperasikan jembatan  layang non tol (fly over) Rawa Buaya Cengkareng, Jakarta Barat sepanjang 929,56 meter, hari ini.

 


Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan pembangunan jalan itu ditujukan untuk mengatasi kemacetan di lingkar barat Jakarta, karena pertumbuhan perumahan, perkantoran di wilayah tersebut.



Dia mengatakan konstruksi jembatan itu baru saja dirampungkan pada Juni 2012 kemarin, sejak mulai dibagun Oktober 2010 lalu.

"Masa konstruksi selama dua puluh bulan, dengan dana dari APBN dengan sistem jamak senilai Rp139,65 miliar," ujar Djoko dalam peresmian jembatan itu di Jakarta Sabtu (28/07).

Dia menjelaskan jembatan itu merupakan akses untuk jalan dari dan menuju bandara Soekarno Hatta, jalan di wilayah Daan Mogot, serta arah Jakarta Tangerang atau sebaliknya.

Adapu kontraktor pelaksana yakni PT Jaya Konstruksi dengan konsultan pengawas PT Perentjana Jaya yang bekerjasama dengan PT Jakarta  Rencana Selaras. Selain membangun, kontraktor juga akan melaksanakan masa pemeliharaan selama 720 hari kerja.

"Sebelum dioperasikan, jembatan ini juga sudah melalui proses uji kelaikan jalan akhir Juni kemarin, dan dianggap memenuhi sesuai aturan Peraturan Menteri No.11/2010 tentang Tata Cara dan Persyaratan Laik Jalan," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan pembangunan flyover itu ditujukan untuk penanganan kemacetan jalan di wilayah Jakarta. Terutama untuk kawasan perlintasan jalan sebidang dengan rel kereta api.

Dia mengatakan beberapa jembatan dan jalan lain yang juga akan dibangun diperlintasan sebidang di jalan Jakarta a.l di Cengkareng, Sudirman, underpass Ciledug dan Cibubur.

"Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian PU, Pemda DKI dan Kementerian Perhubungan. Namun, yang menjadi tugas Kementerian PU untuk penanganan jalan milik nasional sudah rampung, saat ini yang tersisa tinggal di jalan provinsi," ujarnya.

Untuk percepatan pembangunan jalan di Jakarta, Menteri berharap agar pemda DKI mendukung dengan menyegerakan proses pengadaan tanah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Meski demikian dia menegaskan upaya penambahan jalan tidak sepenuhnya mampu mengatasi kemacetan di Jakarta tanpa diimbangi dengan penyediaan moda transportasi masal.

Misalnya saja, katanya, penambahan sarana busway, kereta bawah tanah MRT, atau moda transportasi masal lainnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur DKI bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sutanto Suhodo mengatakan penambahan jalan di Jakarta memang dibutuhkan menyusul saat ini pertumbuhan jalan di Jakarta baru sebesar 6,2%.

Karena itu, katanya, perluasan dan penambahan jalan menjadi salah satu proyek prioritas pemda DKI dalam beberapa tahun kedepan. Dia mengatakan beberapa proyek fly over lain yang saat ini sedang digarap a.l Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Cawang yang dibiayai dari dana APBD.(api)

Mau Pasang Iklan

Silahkan Hubungi Admin

Mau Pasang Iklan

Silahkan Hubungi Admin

You are here: Home Using Joomla! Using Extensions Components Content Component Article Categories FLY OVER RAWA BUAYA: Mulai Beroperasi Hari Ini, 28 Juli